Mega: Perjuangan Tak Selesai dengan Memenangkan Pemilu

12573735_640710079400659_1935226606226763919_nPerjalanan memimpin PDI Perjuangan, kemarin dipaparkan Megawati Soekarnoputri di acara International Congress Asia Political Parties (ICAPP), di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Di depan delegasi parpol se-Asia, Ketua Umum PDI Perjuangan ini mengisahkan perjalanan kepartaian sejak memimpin PDI Perjuangan mulai 1993. Suatu perjalanan yang disebut Megawati sebagai masa yang sangat sulit.

“Kami telah menapaki jalan terjal dalam sejarah kepartaian di Indonesia. Kami bungkam, terpuruk, bangkit, terpuruk lagi,” kata Megawati.

Menurut Mega, butuh usaha besar menghadapi semua romantika, dinamika, dan dialektika di pemerintahan maupun luar pemerintahan. Sehingga akhirnya sampai memperoleh kembali kepercayaan rakyat, dan menjadi partai pemenang di Pemilu Legislatif 2014 lalu.

Di 2014 itu juga, ungkap Mega, PDI Perjuangan mampu mengusung sekaligus memenangkan presiden dan wakil presiden dalam pemilu presiden. “Namun perjuangan kepartaian tidak selesai dengan memenangkan pemilu. Tanggung jawab yang besar justru ketika berada di dalam pemerintahan,” tandasnya.

Tujuan mendirikan dan membangun partai politik, jelas Mega, bukan hanya mengejar kekuasaan. Meski demikian, dia menyebutkan, kekuasaan sangat penting sebagai sarana melapangkan perjuangan untuk menyejahterakan rakyat.

“Namun tugas dan tanggung jawab partai politik yang sesungguhnya adalah berjuang. Berjuang untuk membebaskan rakyat dan bangsa dari penjajahan dalam bentuk apapun yang menyebabkan ketertindasan, kemiskinan dan kebodohan,” papar Presiden ke-5 RI itu.

Hal-hal itulah, lanjut Mega, yang menjadi landasan filosofis dan historis berdirinya partai-partai di belahan dunia ketiga dan negara pascakolonial. Khususnya di Asia, Afrika dan Amerika Latin.

“Dengan demikian, partai bukan sekadar mesin elektoral. Bagi kami, partai adalah alat pembebasan. Itulah motif dan orientasi otentik pendirian partai yang seharusnya selalu disadari, diyakini, dan selalu dipegang teguh,” ujarnya.

Dia meyakini, kerja sama antarpartai politik melalui ICAPP, bisa mengurangi persoalan terorisme, kejahatan di sektor keuangan dan perbankan, serta narkotika dan perdagangan manusia yang tak mungkin diselesaikan sendiri oleh satu negara.

Partai politik, tambahnya, memiliki peran strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dan itu bukan cita-cita yang mustahil.

Indonesia menjadi tuan rumah Kongres ICAPP. Perhelatan akbar ini akan digelar hingga Minggu.

Turut hadir dalam acara itu Ketua DPR Ade Komarudin, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar ke VIII ‎Romahurmuziy, Ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (goek/*)