Warga Dayak Kukar Percayakan Kaltim pada Rusmadi-Safaruddin

“Kami menitipkan Kaltim untuk dipimpin Pak Rusmadi dan Pak Safaruddin,” ujar Kiham, Kepala Adat Dayak di Desa Kelekat

Pasangan Pilgub Kalimantan Timur (Kaltim),yang diusung PDI Perjuangan, Rusmadi Wongso-Safaruddin, terus banjir dukungan masyarakat dari berbagai kalangan. Kali ini, masyarakat adat Dayak, melalui para Kepala Adat Suku Dayak yang ada di 3 kecamatan yakni, Kembang Janggut, Kenohan dan Kota Bangun, sepakat “menitipkan” Kaltim untuk dipimpin Rusmadi-Safaruddin.

“Kami menitipkan Kaltim untuk dipimpin Pak Rusmadi dan Pak Safaruddin,” ujar Kiham, Kepala Adat Dayak di Desa Kelekat, mewakili rekan-rekannya saat berjumpa dengan Cawagub Irjen Pol (Purn) Safaruddin di hotel Grand Elty (Singgasana), Jalan Pahlawan, Kota Tenggarong, Kabupaten Kukar, Minggu (3/6).

Selama ini, tokoh-tokoh Dayak yang berasal dari pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara, mengenal paslon 4 yang merupakan jagoan dari PDI Perjuangan tersebut dari alat peraga kampanye seperti baliho ataupun spanduk yang terpampang di jalan-jaln kampung dan kota. Selain itu, juga dari media televisi saat debat pasangan calon beberapa waktu lalu.

“Dari 4 calon yang bertanding, menurut warga Dayak, hanya nomor 4 yang pas di hati,” jelas Kiham.

Ditambahkan Kiham, alasan mendukung paslon nomor 4 karena warga perlu mendapat jaminan keamanan dan keberlangsungan usaha pertanian maupun berladang. Selama ini persoalan aktifitas tambang batubara yang kerap merusak lahan mereka dan lingkungan, serta soal kebun sawit plasma, dimana masyarakat sekitar kurang mendapat manfaat dengan adanya kebun kelapa sawit tersebut, tak pernah kunjung selesai. Oleh karena itu, warga menyerahkan mandat kepada pasangan Rusmadi – Safaruddin karena paling mampu menjadi pemimpin mereka.

Mendapati dukungan langsung dari para tokoh adat Dayak, Safaruddin merasa sangat bersyukur. Dirinya beserta Rusmadi berjanji akan mencarikan solusi terbaik atas permasalahan tersebut. Menurutnya perusahaan tambang batubara tidak bisa dibiarkan merusak lingkungan apalagi sampai mengusik lahan warga.

“Kita harus duduk satu meja untuk mencarikan solusinya. Saya pikir masyarakat tidak boleh lagi jadi penonton,” tegas Safaruddin.

Dalam masalah ini kata Safaruddin, masyarakat harus menikmati yang namanya pembangunan. Perusahaan harusnya bisa sejalan dengan warga sekitar. Jangan malah sebaliknya mengambil keuntungan sementara masyarakat tidak dapat manfaat dari keberadaannya.

“Perusahaan boleh saja dibela tapi masyarakat juga harus diperhatikan,” ujarnya lebih lanjut.

Sesepuh dayak ini sengaja datang dari tiga Kecamatan, yakni Kembang Janggut, Kenohan dan Kota Bangun. Selain Kiham sebagai Kepala Adat Dayak Desa Kelekat, juga Kibin Kepala Adat Dayak Desa Bukit Layang dan Felifus Kepala Adat Desa Pulau Pinang.

Untuk Kecamatan Kenohan, Pordi Kepala Adat Dayak Desa Teluk Bingkai, Pundi Kepala Adat Desa Lamin Pulut dan Yohanes Kepala Adat Desa Lamin Telihan.

Sedangkan dari Kecamatan Kota Bangun, ada Kardin Kepala Adat Desa Nangka Tujuh, Anton Kepala Adat desa Kedang Murung.

 

SUMBER