Safaruddin Tak Mau Kerusuhan Penjara Terulang di Kaltim

Kaltim yang punya potensi ancaman kemanan dari penjara tak ingin terulang kerusahan di Mako Brimob Kelapa Dua.

Mantan Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol (Purn) Safaruddin mengingatkan kejadian kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat menjadi pelajaran berarti. Dirinya berharap kejadian serupa tak terjadi di Kaltim.

Cawagub nomor 4 Kaltim yang berpasangan dengan Cagub Rusmadi Wongso ini tak lupa memberikan rasa empati kepada keluarga korban kerusuhan yang terjadi Selasa malam (8/5) sehingga membuat lima polisi tewas.

Sebagai orang yang dibesarkan korps Bhayangkara, Rusmadi yakin, kebijakan Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada lima anggotanya patut diapresiasi. “Itu langkah tepat yang dilakukan pak Tito (Kapolri). Bagamanapun, mereka yang gugur saat menjalankan tugas harus diberi penghormatan,” tuturnya.

Baca: Tugas Saya Menjamin Semua Suku Hidup Tenang

Dia pun berjarap insiden serupa tak terulang lagi, khususnya di Kaltim. Sebab Safaruddin menunjuk data Kemenkum HAM tahun lalu yang menyebut penjara di Kaltim terbilang paling rawan gangguan keamanan dan ketertiban di indonesia.

“Peristiwa ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa ancaman dalam bentuk apapun harus diantisipasi sebelum terjadi,” sebut Plh Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim ini, Jumat (11/5).

Memang dalam menangani terorisme, Safaruddin sendiri punya cerita. Bisa dibilang, orang pertama yang mengetahui adanya indikasi kelompok teroris di Tarakan, Kalimantan Utara. Sementara di Kaltim, pergerakan mereka terindikasi di Samarinda dan Balikpapan.  Menariknya, selama antisipasi berlangsung, Safaruddin pula yang paling sering berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim.

“Pencegahan itu bisa kita lakukan bersama masyarakat, yakni dengan mempersempit pergerakan kelompok terorisme. Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu poin penting kita bisa memberantas terorisme,” ungkapnya.

Baca: Rusmadi: Beasiswa Untuk Anak Gunung Manggah Berprestasi

Sementara Cagub Rusmadi di tempat terpisah mengungkapkan rasa empati senada. Baginya bela sungkawa kepada korban sekaligus mewakili masyarakat Kaltim yang berempati terhadap para keluarga korban.
“Mereka tewas saat menjalankan tugas. Saya dan pak Safaruddin beserta masayarakat Kaltim mengucapkan turut berduka cita,” akunya.

Dia menyebut, pelbagai langkah persuasif yang dilakukan Polri untuk mengatasi masalah dengan para narapidana terorisme sangat baik.

“Kita bisa lihat bagaimana teman-teman Polri sangat sabar selama kerusuhan. Bagaimanapun polisi adalah pelindung masyarakat, mereka melayani masyarakat,” tuturnya.

 

SUMBER