Safaruddin, Mantan Kapolda yang Juga Guru Mengaji

Dengan latar belakang agama yang kuat membuat Safaruddin selalu dekat dengan santri-santri maupun pengurus pondok pesantren di Kaltim.

Irjen Pol (Purn) Safaruddin banyak dikenal masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai sosok perwira tinggi polisi yang pernah menjabat sebagai Kapolda Kaltim. Namun tak banyak yang tahu jika calon Wakil Gubernur Kaltim yang diusung PDI Perjuangan ini juga merupakan seorang ustad dan guru mengaji.

“Semua orang Kaltim itu mengenal Pak Safaruddin adalah jenderal polisi saja. Padahal, di mata kalangan santri, beliau ini seorang ustad dan guru mengaji yang sering memberikan ceramah,” ujar Ustad Firmansyah, Kepala Pondok Pesantren Muslimin Center di Jalan Bukit Durian, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Minggu (29/3).

Usai acara pelepasan santri dan santriwati, Firmansyah mengaku sangat kenal dengan Safaruddin yang juga sangat tahu asal-usul keluarganya. Calon Wakil Gubernur Kaltim yang berpasangan dengan Rusmadi Wongso itu anak seorang ulama di kampungnya, Sulawesi Selatan.

Baca: Rusmadi-Safaruddin Siapkan Program Bela Hak-Hak Perempuan

“Bapak Safaruddin itu sebenarnya seorang ustad, dia alumni As’adiyah tahun 80-an,” ucap Firmansyah.

Dari latar belakang agama yang begitu kuat membuat Safaruddin selalu dekat dengan santri-santri maupun pengurus pondok pesantren di Kaltim. Hal itu juga menjawab kebiasaan Safaruddin setiap hari Jumat, yakni menjadi khatib bagi jamaah.

“Dari dulu sudah sering menjadi khotib. Bukan hanya sekarang, tapi sebelum jadi Kapolda pun sudah sering dilakukannya,” kata Firman.

Safaruddin kelahiran Sengkang 10 Pebruari 1960 ke pondok pesantren itu dalam rangka untuk memberikan tauziah sekaligus melepas para santri dan santriawati lulusan Madrasah Aliyah angkatan VI dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) angkatan X tahun pelajaran 2017/2018.

Pada kesempatan tersebut Safaruddin mengucapkan selamat kepada para santri dan santriawati yang baru saja lulus dan mendapat ijazah dengan nilai terbaik.

Dia berpesan kepada anak santri agar tetap melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi.

 

SUMBER