Safaruddin Jawab Pertanyaan Soal Komitmen Janji Kampanye

Tak berkelit dan menjawab lugas, Cawagub Safaruddin menerangkan soal komitmen janji kampanye bila terpilih bersama Rusmadi Wongso.

Cawagub Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut 4, Safaruddin diberondong dengan berbagai pertanyaan soal komitmen menjalankan janji kampanye bila terpilih. Pertanyaan-pertanyaan kritis itu bisa dijawab dengan penuh kearifan.

Saat Safaruddin melakukan dialog dengan warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, dikeroyok dengan berbagai pertanyaan dari kalangan ibu-ibu. Saat melakukan diskusi di rumah H Suryadi, tokoh masyarakat setempat, seorang ibu bernama Rabiatul mempertanyakan soal komitmen janji kampanye Safaruddin bersama Rusmadi Wongso.

“Bapak berjanji akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya warga Samarinda. Melalui program pendidikan, kesehatan gratis, bantuan pinjaman bergulir tanpa bunga untuk modal usaha rakyat dan membebaskan Kota Samarinda dari banjir serta perbaikan infrastruktur. Saya ingin tanya pak, apakah setelah bapak terpilih nanti, janji itu ditepati atau hanya tinggal janji saja, karena kebanyakan yang terjadi setelah jadi pejabat pasti lupa dengan janjinya?,” tanyanya yang disambut tepuk tangan para ibu yang hadir.

Baca: Safaruddin Siap Atasi Masalah Pasar Tradisional

Bukan itu saja. Dua ibu lainnya menyambung dengan menanyakan apa yang dilakukan Rusmadi-Safaruddin dalam 100 hari kerja jika terpilih. “Apa yang lebih dulu dikerjakan? Juga bagaimana dengan janda-janda apakah akan mendapat tunjangan?,” tanya dua ibu tersebut bergantian.

Mendapat pertanyaan bertubi-tubi tersebut, membuat mantan Kapolda Kaltim ini tersenyum. Dirinya mengaku senang lantaran para ibu yang bertanya tersebut kritis. Dia pun berharap sikap kritis itu terus dijaga sebagai bentuk partisipatif dalam demokrasi dan pembangunan.

“Ibu sabar dulu ya, saya akan jawab satu persatu,” kata Safaruddin dengan tenang, di hadapan ratusan warga yang hadir.

Lantas Safaruddin mengingatkan kepada warga yang hadir untuk memilih calon pemimpin yang bisa menepati janjinya. Dan bagi calon pemimpin yang tidak bisa menepati janji, tidak usah dipilih.

“Kalau ada calon pemimpin banyak berjanji, apalagi dia telah menjabat sekian tahun tapi toh janjinya tidak ditepati dan sekarang mencalonkan lagi, untuk apa dipilih lagi,” jawabnya.

Dirinya memaklumi kondisi masyarakat sekarang ini yang merasa sudah bosan dengan janji palsu yang diberikan oknum pejabat yang sudah dipilihnya. “Tidak heran, karena itu saya dapat pertanyaan seperti ini saat melakukan sosialisasi,” imbuhnya.

Atas pertanyaan kritik tersebut, lanjutnya, Safaruddin merasa tak pernah merasa tersinggung. Justru hal ini baginya menjadi penyemangat dan pengingat bagi pejabat yang diberikan amanah di hadapan Allah SWT.

“Apabila amanah tersebut diingkari dan tidak dijalankan walau sekecil biji zarah, akan dipertanggungjawabkan di kehidupan abadi (akhirat) nanti,” tukasnya.

Baca: Safaruddin, Mantan Kapolda yang Juga Guru Mengaji

Safaruddin bercerita, maksud menjadi Cawagub Kaltim bersama Rusmadi bukan hanya nafsu duniawi, melainkan juga berangkat dari niat yang tulus untuk mengabdi kepada rakyat demi perubahan dan kemajuan Kaltim. Dia merasa takut apabila berjanji lantas tidak ditepati.

“Hidup di dunia ini hanya sementara, ada kehidupan yang lebih kekal abadi. Insya Allah apabila diberikan kesempatan terpilih nanti, apa yang saya ucapkan akan kami realisasikan. Tempat ini akan menjadi saksi, di mana saya akan datang kembali kesini untuk memenuhi janji itu,” pungkasnya.

 

SUMBER