Politisi Senior PDIP: yang Namanya Pesta, Seminar, dan Upacara Dibikin Lebih Hemat

Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Izedrick Emir Moeis memberi saran pada kepala daerah gubernur dan bupati-bupati agar menyampaikan kondisi keuangan daerah yang defisit.

Emir juga mengimbau kepala daerah mengambil langkah kebijakan yang populis seperti membuka lapangan pekerjaan. Pasalnya, tantangan kepala daerah ke depan semakin berat dan tidak mudah dengan kondisi keuangan yang defisit.

“Berat tugasnya. Jadi gubernur ke depan juga kasihan gubernurnya, berat. Biasa uangnya banyak, tiba-tiba sedikit. Paling tidak, yang namanya pesta-pesta, seminar-seminar dan upacara dibikin lebih hemat,” ucap Emir yang didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Dody Rondonuwu, usai menghadiri pelantikan Bupati Kubar, FX Yapan-Edyanto Arkan, di Lamin Etam, komplek kantor Pemprov Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa (19/4/2016).

Menghadapi tantangan yang kini sedang mengalami defisit keuangan, saran Emir, memberitahu kepada masyarakat bahwa kondisi daerah saat ini tidak mudah lagi seperti dulu.

Justru saat ini keadaan membuat para pemimpin melakukan terobosan yang berimplikasi atau berdampak pada kesejahteraan rakyat Kaltim.

“Anggaran kita defisit terus. Dulukan saya yang mengurusi itu. Penghasilannya berkurang, tapi kita tetap harus bisa maju. Itu tantangannya, jadi pemimpin itu tidak mudah. Termasuk bupati-bupati. Harus diberitahu bahwa keadaan tidak mudah sekarang ini. Supaya masyarakat tidak ngamuk. Masyarakat harus tahu dan transparan yang sedang kita hadapi. Sambil kita siapkan lahan pekerjaan baru,” tutur mantan Ketua Panitia Anggaran DPR RI periode 2004-2009.

Untuk lahan pekerjaan baru, lanjut dia, pemerintah daerah wajib mempersiapkan. Misalnya, proyek infrastruktur, industri hulu dan hilir.

Seperti perkebunan sawit, pertanian dan industri lainnya yang bisa menyerap tenaga kerja secara massal.

“Kemarin kita buat industri CPO (Crude Palm Oil) kedepan kita juga buat industri lainnya. Pertanian juga. Masalahnya, di Kalimantan tanahnya tidak terlalu baik. Akhirnya ke perkebunan, tanam karet. Harganya sekarang juga jatuh. Ini betul-betul harus dipikirkan secara konferehensif untuk ke depan apa yang bisa dijadikan potensi di Kaltim,” papar Emir. (*)

sumber : http://kaltim.tribunnews.com