Perusda Pasar Kian Mendesak

DPRD Dorong Pasar Tradisional Dikelola Secara Profesional

WAKABID.EKONOMI, PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Pihak DPRD Balikpapan terus mendorong agar pelayanan pasar tradisional di Balikpapan terus dibenahi. Salah satunya, dengan mendorong agar pengelolaan pasar tradisional di Kota Minyak diserahkan kepada pihak ketiga, dalam hal ini perusahaan daerah (perusda). Sehingga, pengelolaan pasar dapat dilakukan secara profesional.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Abdul Yajid mengatakan, peraturan daerah (perda) mengenai perusda pasar ini telah disahkan dalam sidang paripurna tahun 2014 lalu, melalui Perda Nomor 14 Tahun 2014 tentang Perusda Pasar Manuntung Jaya. Namun, memasuki tahun kedua pasca perda tersebut disahkan, belum ada tindak lanjut dari Pemkot Balikpapan atas perusda yang diproyeksikan akan mengelola seluruh pasar tradisional di Balikpapan ini.

“Coba dulu satu pasar mana yang akan dilaksanakan. Karena selama ini, Dinas Pasar dalam pengelolaan pasar juga belum bisa dibilang sukses,” kata Yajid, beberapa waktu yang lalu.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Balikpapan itu menilai, pelaksanaan Perda Perusda Pasar Manuntung Jaya segera harus dilaksanakan, mengingat peran perusda pasar yang ada di daerah lain sangat membantu untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Selain itu, kegiatan jual beli yang ada di pasar tradisional dapat lebih tertata, kebersihan pasar pun terjamin. Pasalnya, selama ini pengelolaan pasar yang dilakukan oleh Dinas Pasar masih jauh dari profesional.

Menurut Yajid, jika peran perusda ini lebih efektif, maka peran Dinas Pasar akan dihapuskan. Pria berkumis itu mengaku, kemungkinan hanya Balikpapan yang saja yang masih memiliki satuan kerja perangkat daerah (SKPD) berupa Dinas Pasar.

“Ada di daerah-daerah lain juga, tapi lebih banyak yang di-perusda-kan,” ungkapnya.

Dia berharap, perusda pasar ini bisa segera dibentuk, mengingat potensinya yang cukup besar bagi Balikpapan. Selain itu, SDM yang ada di perusahaan pelat merah itu, harus diambil dari kalangan profesional yang mengerti tata cara pengelolaan perusda, bukan dari kalangan PNS.

“Banyak anak-anak muda yang sekolah di marketing dan lain sebagainya. Itu bisa mengelola (Perusda Pasar). Itu pendapat saya,” katanya.

Diakuinya, dalam pembentukan Perusda Pasar itu, tidak ada kendala yang berarti. Tinggal kemauan saja dari Pemkot Balikpapan. Perda yang mengatur perusda itu pun sudah lama disahkan. Bahkan, Kepala Dinas Pasar Hery Misnoto juga pernah menyampaikan kepada Yajid, bahwa ia merasa senang jika pengelolaan pasar tradisional dilakukan oleh Perusda Pasar. Alasannya, karena selama ini, Dinas Pasar tidak mampu menyumbangkan PAD yang besar kepada Pemkot Balikpapan. Akibatnya, Dinas Pasar harus terus disubsidi oleh Pemkot Balikpapan setiap tahunnya. “Segera saja dibentuk. Coba dulu satu pasar. Karena selama ini, Dinas Pasar dibilang sukses juga belum,” tandas Yajid.

SUMBER