Fraksi PDIP Tolak Penyertaan Modal Jembatan Teluk Balikpapan Rp105 M

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan secara tegas menolak usulan Perusda Teluk Balikpapan terkait usulan penyertaan modal untuk pembangunan dan pengelolaan jembatan Teluk Balikpapan sebesar Rp105 Milliar atau 22 persen dari nilai keseluruan pembangunan jembatan Rp6 Trilliun.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Balikpapan, Budiono, Selasa 12 April 2016 menjelaskan penolakan dilakukan karena hingga saat ini Perusda atau pemerintah kota Balikpapan belum pernah menyampaikan penjelasan tentang pembangunan jembatan teluk Balikpapan.

Selain itu, pada pembahasan awal hanya membutuhkan Rp1 Milliar untuk studi kelayakan (FS) pembangunan jembatan.

“Mereka (Pemkot atau Perusda) belum pernah ekspose rencana pembangunan dan pengelolaan jembatan tiba tiba mereka datang minta penyertaan modal. Jumlahnya tidak tanggung tanggung Rp105 Milliar. Makanya kami tolak,”tegasnya kepada klikbalikpapan.co

Untuk diketahui, Perusda Teluk Balikpapan merupakan perusahaan konsorsium yang terdiri dari Pemkot Balikpapan, Pemkab PPU, PT Waskita, dan Perusda Kaltim.

Perusda tersebut akan bertangungjawab terhadap pembangunan dan pengelolaan jembatan Teluk Balikpapan yang menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU) tepatnya di Nipah-Nipah (PPU) dan Melawai (Balikpapan).

Budiono mengatakan penjelasan pembangunan sangat diperlukan untuk mengetahui timbal balik yang akan diperoleh Balikpapan dari pembangunan jembatan tersebut, mulai dari lokasi (titik) pembangunan hingga kontribusi terhadap PAD Balikpapan.

“Ini kan uang rakyat, kita mau tahu seperti apa perhitungan mereka. Apakah pembangunan ini juga memberikan dampak yang besar kepada warga Balikpapan. Ini yang perlu dijelaskan oleh teman teman Perusda Teluk Balikpapan. Sebab selama ini kami hanya dengar sepintas saja kalau titiknya di Melawai,”ujarnya.

Budi menambahkan, jika titik pembangunan dilakukan di Melawai, fraksi PDI P tetap menolak karena hanya menambah kemacetan di kawasan tersebut.

Selain fraksi PDIP, sejumlah fraksi lainnya juga menolak permintaan Perusda Teluk Balikpapan, yakni Golkar, Hanura, PKS, dan fraksi Gabungan Nasdem dan PPP.

sumber: klikbalikpapan.com