Di Pilkada Kaltim, PDIP Tidak Mendukung Jalur Perseorangan

rakerda-pdip-kaltim_20160501_212019Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dihadapkan pada realitas politik jalur perseorangan.

Melalui penyelenggaraan Rakerda PDIP Kaltim di Kota Balikpapan menjadi harapan parpol mampu menggerakan organisasinya untuk memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke depan.

Usai pembukaan Rakerda, Ketua DPP PDIP Andreas Parera, mengatakan, perubahan politik telah terjadi terutama munculnya fenomena jalur perseorangan yang menggambarkan rakyat tidak lagi percaya dengan parpol.

“Kita disini lah (Rakerda) melakukan evaluasi dari contoh berbagai tempat. Kita yang di Kaltim nanti di 2018 ada pilgub dan bupati. Di evaluasi dari sekarang,” katanya kepada Tribunkaltim.co, lobi Hotel Tjokro, Minggu (1/5/2016).

Ia menganjurkan kepada seluruh kader dari tingkat desa, kelurahan hingga kecamatan dapat menghadapi realitas politik daerah, terutama arus kuat jalur perseorangan.

“Parpol harus mampu konsolidasi. Harus bisa evaluasi diri. Organisasi parpol harus bisa memenangkan Pilkada,” kata pria kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur ini.

Menurutnya, jalan politik perseorangan sangat tidak menguntungkan. Negara demokrasi tidak akan terlepas dari kelembagaan parpol.

Karena itu tegasnya, jalur politik perseorangan tidak bisa mendominasi karena dianggap merugikan.

“Perseorangan menang. Sesudah Pilkada tidak ada pertanggungjawaban,” ujar Andreas yang pernah mendalami ilmu Doktor Politik Internasional di Universitas Giessen, Jerman ini.

Sebagai contoh lainnya, di berbagai daerah ada 9 orang berpolitik lewat jalur perseorangan, ketika memenangkan Pilkada, pada titik akhirnya adalah kemudian bergabung dengan elemen-elemen parpol.

“Saya imbau kepada kader di daerah kondusivitas partai jadi modal dasar kita, supaya parpol bisa solid dan mendapat kepercayaan rakyat,” tuturnya.

Ditambahkan, Ketua DPD PDIP Kaltim, Dody Rondonuwu, pada Pilkada Kaltim di tahun mendatang, parpol berlambang kepala banteng ini tidak akan mendukung calon kepala daerah yang memilih jalur independen atau perseorangan.

Karena menurut dia, PDIP itu memiliki kader yang melimpah, dimulai dari anggota DPRD hingga kepala daerah tingkat kabupaten kota berpotensi menjadi pemimpin tingkat provinsi, termasuk mereka orang-orang yang ada dari luar partai.

Yang penting, tegasnya, syarat menjadi calon kepala daerah di PDIP sangatlah ketat, di antaranya mesti melewati ujian syarat psikotes, berpengetahuan luas, dan memiliki latar belakang yang terpuji.

“Kami tetap terbuka. Menerima siapa pun yang mau mendaftar silahkan,” ungkap Rondonuwu. (*)

SUMBER