Di LP Saja yang Tertutup Bisa Kebobolan, Ini Bahaya

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Thohari Azis mengungkapkan, harus ada sanksi tegas bagi pejabat ataupun petugas yang terlibat peredaran narkoba di Rumah Tahanan (rutan) maupun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan.

Seperti diketahui dalam penggeladahan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan ke Rutan dan Lapas menemukan narkoba maupun alat hisap sabu, senjata tajam maupun alat komunikasi.

Bahkan puluhan tahanan diamankan setelah hasil tes urin mereka terbukti positif menggunakan narkoba.  Di Lapas sebanyak 56 tahanan dan di Rutan sebanyak 21 tahanan.

“Kalau saya itu tamparan yang keras bagi LP. Masa bisa sampai 77 orang positif disana. Kita minta pimpinan instansi tersebut untuk tegas. Ini bahaya sudah, ini darurat. Namanya tegas itu ya sanksi,” kata Thoari Azis.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan masih lemahnya pengawasan di Rutan dan Lapas. Hal ini kata Thohari tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan oknum petugas.

“Saya pikir harus kena sanksi. Kalau mau dicopot jabatannya ya silahkan, disana kan lebih paham mengenai aturan. Pemerintah harus kerja keras. Di LP saja yang tertutup bisa kebobolan, ini bahaya ini, gila ini,” terangnya.

Kata Thohari, petugas di rutan maupun Lapas harusnya lebih ketat lagi melakukan dalam melakukan pengawasan, untuk mendukung program Indonesia bebas narkoba.

Sementara Kepala Laps Balikpapan Eddy Hardoyo mengaku, kekurangan personil menjadi salah satu lemahnya pengawasan.

“Bagi anggota saya yang terlibat silakan diproses. Kalau saya pribadi rekomendasi pemecatan. Ini tidak ada ampun,” pungkasnya.

 

sumber: http://inibalikpapan.com