Sultan Hamengkubowono X: Filosofi Pencasila Perlu Membumi

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan perlunya membumikan filosofi Pancasila dalam perilaku bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Sultan saat memberikan sambutan di acara International Conference on Nusantara Philosophy yang diselenggarakan Fakultas Filasafat Universitas Gadjah Mada (UGM), di Yogyakarta, Selasa (1/11/2016).

Menurut Sultan, pembumian Pancasila harus mewujud dalam Undang-Undang, kebijakan, dan program pembangunan berikut sistem penganggaran agar manfatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat sebagai unsur ketahanan bangsa.

Sultan juga bicara perlunya institusionalisasi nilai-nilai Pancasila kedalam kebijakan publik. Selanjutnya, melakukan internalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi perilaku kelompok dan individu.

Dalam konteks kebudayaaan, lanjut Sultan, perlu menumbuhkan nilai keutamaan berbangsa yang diderivasikan dari nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar cara berpikir dan bertindak bangsa yang bermartabat.

Sultan menegaskan, langkah itu penting dilakukan sebagai upaya dalam merespons penetrasi budaya, baik budaya barat yang hedonis maupun budaya jihad mati yang melekat pada aliran fundamentalisme agama-agama.

“Penguatan ketahanan budaya bangsa berbasis kearifan lokal nusantara bisa terbentuk apabila kita sebagai bangsa memiliki strategi budaya,” tegasnya.

Sultan menekankan arti penting strategi kebudayaan bagi sebuah bangsa. Menurutnya, bangsa yang memiliki strategi kebudayaan berarti mempunyai pembimbing dalam gerak menuju peradaban maju dengan pilar kepribadian nasionalnya.

Menurutnya, ketahanan budaya nasional bisa bertitik tolak pada kearifan lokal. Tetapi juga perlu melakukan akulturasi budaya dengan fertilitasi budaya global.

“Dengan begitu akan tercipta nilai-nilai budaya Indonesia baru yang lebih bermutu dan bermartabat,” tuturnya.

Mahesa Danu

SUMBER BERITA