Kunjungi Tribunnews.com, DPP PDIP Cerita Mimpi Megawati

Kantor Redaksi Tribunnews.com menerima kunjungan pengurus DPP PDI Perjuangan pada hari ini, Senin (25/4/2016).

pdip-nih2_20160425_143928Pengurus PDIP dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto, Wasekjen Ahmad Basarah dan Ketua DPP Sukur Nababan.

Mereka diterima General Manager Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Pemred Tribunnews.com Dahlan Dahi.

“Tribunnews.com memberitakan PDIP setahun 36ribu berita. Ini terbanyak dibanding media lainnya,” kata Hasto membuka pembicaraan.

“Terimakasih karena sudah dibantu sekian banyak, tapi belum berkunjung ke Tribunnews.com,” katanya.

Hasto mengatakan kunjungan ke redaksi Tribunnews.com merupakan bagian dari membangun komunikasi politik.

Apalagi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat telah mengunjungi Tribunnews.com sebelumnya.

“Saya diminta menemani saat itu, tapi ternyata tidak bisa,” kata Hasto.

Pembicaraan pun mengalir. Mulai dari mimpi Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri untuk membangun peradaban.

Hal itu sesuai dengan perjuangan Bung Karno.

“1 tahun pelaksanaan kongres kami jabarkan mimpi Bu Mega, membangun peradaban. Pada kongres 2015, kami cantumkan nama Bung Karno di AD/ART partai,” ujarnya.

Hasto lalu menceritakan banyaknya kritikan kepada partai politik mengenai pengelolaan uang.

Padahal, PDI Perjuangan menginginkan partai berdikari dan berdaulat.

Akhirnya, DPP PDIP melalui BCA dan Mandiri membuka rekening gotong royong partai.

“Kalau mau nyumbang ya kesini. Kita ukur bukan dari jumlah tetapi konsisten tidak satu tahun tiga kali dengan minimum sumbangan Rp10ribu ada akuntan publik untuk diaudit,” ujarnya.

Dana yang terkumpul digunakan untuk manajemen partai, pendidikan politik serta program kerakyatan. Selain itu, PDIP juga mendirikan sekolah partai. Hal itu terasa efektif untuk kaderisasi.

Sementara bagi kepala daerah asal PDIP yang berhasil menjadi pengajar di sekolah tersebut untuk menjabarkan mengenai Pancasila dan Trisakti.

“Ada Risma, ada Ganjar, Bambang DH, Djarot, Idham. Ini untuk pembekalan calon agar kekuasaan berpihak pada wong cilik,” katanya.

SUMBER